How lucky I Am who has a sister like you

Namanya Anantri Sabrina Manik (kanan), yang artinya anak ketiga, adalah perempuan paling cantik kedua di keluarga kami. Sebagai anak yang berada pada urutan ketiga serta menjadi anak perempuan satu-satunya di keluarga kami, beliau tidak pernah sekalipun memanfaatkannya sebagai peluang untuk menjadi anak manja atau ingin diperhatikan lebih dari kedua orang tua kami.

Setelah lulus SMA, beliau diterima di salah satu sekolah tinggi penerbangan swasta Medan. Hal tersebut sempat menjadi pro dan kontra internal keluarga kami karena harus mempertimbangkan beberapa aspek seperti, lokasi kuliah, gender (boru sasada/perempuan satu-satunya) dan juga peran yang akan hilang darinya yaitu membantu Mamak kami jualan Ulos. Tidak menjadikannya sebagai alasan untuk tidak sukses di masa depan, beliau dengan tulus menerima keputusan saat itu yang memberikan pilihan untuk melanjutkan kuliah di Simalungun atau Pematangsiantar saja.

Selang beberapa waktu, beliau pun resmi terdaftar sebagai salah satu mahasiswa angkatan 2013 di Nomensen University, Pematangsiantar. Tahun 2016, dia mendapat kesempatan ke Asia University, Taiwan melalui program pertukaran mahasiswa yang diselenggarakan oleh Nomensen setiap tahunnya. Berbeda dari cerita sebelumnya, dia berhasil meyakinkan kami bahwa dia sudah cukup dewasa untuk menentukan langkah hidupnya dan dengan sedikit berat namun penuh rasa bangga kami keluarga khususnya Mamak kami memberikan izin kepadanya.

Selama program berlangsung, katanya dia belajar dengan sungguh-sungguh karena tidak ingin melewati kesempatan emas tersebut dan tak luput juga untuk menjalin komunikasi dengan universitas yang dikunjunginya. Kurang lebih enam bulan, dia kembali ke Indonesia untuk melanjutkan studinya di Nomensen University. Oktober 2017, Beliau dinyatakan lulus dan mendapat gelar sarjana pendidikan dan menjadi orang keempat yang memiliki gelar sarjana di keluarga kami.

“Selanjutnya ngapain?” Itu adalah pertanyaan yang common banget di dengar oleh sarjana-sarjana baru di Indonesia, gtw kalau di negara lain yaa. Hal itu pula lah yang diceritakan beliau kepadaku saat saya masih berada di Kampung Inggris, Pare. “Semangat dek” adalah dua kata yang selalu saya katakan sebelum menutup telpon kami.

Awal february 2018, dia bilang kalau dia sudah diterima di tiga Universitas yang ada Taiwan dan akan memulai perkuliahan pada akhir february ini. “How lucky I am who has a sister like you”. Ternyata diam-diam beliau mencari informasi beasiswa agar bisa melanjutkan mimpinya untuk menjadi seorang Dosen.

Finally, dia memilih University of Asia, Taiwan Major in Master’s Program of Department of Foreign Languages and Literature. “Semangat dek”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s